Minggu, 30 November 2025

Prabowo Subianto Instruksikan Seluruh Kekuatan Nasional Tangani Banjir & Longsor di Aceh – Sumatera Utara – Sumatera Barat | HOKIPALACE




Articles By :HOKIPALACE

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan seluruh kekuatan nasional untuk segera menangani bencana banjir dan longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Instruksi ini disampaikan melalui koordinasi pemerintah pusat bersama aparat keamanan dan lembaga penanggulangan bencana. 

Baca juga:

BMKG Wanti-Wanti: Aceh, Sumut, Sumbar Masih Berstatus Waspada Hujan Lebat 29–30 November | HOKIPALACE


📌 Arahan dan Langkah Cepat Pemerintah

  • Pemerintah — melalui koordinasi antar kementerian, serta melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI–Polri, serta pemerintah daerah — diperintahkan untuk bergerak cepat. Fokus utama: evakuasi warga terdampak, distribusi logistik, penyediaan hunian sementara, layanan kesehatan, serta pemulihan infrastruktur. 

  • Untuk mempercepat respon, pemerintah juga mengerahkan armada udara: sekitar 3–4 pesawat — termasuk pesawat Hercules dan A400 — dilepas membawa bantuan kebutuhan dasar seperti tenda, perahu karet, generator listrik, alat komunikasi, makanan, obat-obatan, selimut, dan kebutuhan hidup lainnya. 

  • Selain tanggap darurat, pemerintah juga sudah menyiapkan skenario rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana, guna memulihkan infrastruktur dan membantu masyarakat kembali beraktivitas normal. 

Kondisi di Lapangan & Dampak Bencana

Banjir dan longsor yang melanda ketiga provinsi tersebut telah menimbulkan dampak berat: banyak rumah rusak, warga mengungsi, akses transportasi dan komunikasi terputus, serta kebutuhan mendesak di banyak titik. 
Pemerintah juga mengakui bahwa situasi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi, sehingga memerlukan respons cepat dan koordinasi menyeluruh. 

Imbauan dan Fokus Pemerintah

Pemerintah mengimbau seluruh masyarakat di wilayah terdampak serta masyarakat umum untuk tetap tenang, mengikuti instruksi evakuasi jika diperlukan, dan mendukung upaya bantuan — baik melalui saluran resmi maupun bantuan kemanusiaan.

Pada saat yang sama, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan bantuan terus mengalir sesuai kebutuhan di lapangan: logistik, medis, hunian sementara, serta pemulihan sarana- prasarana. 


Situasi ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat menyadari besarnya dampak dari banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Instruksi cepat dari Presiden Prabowo untuk mengerahkan seluruh kekuatan nasional diharapkan dapat mempercepat tanggap darurat dan meminimalkan kerugian — baik materi maupun jiwa.




Sabtu, 29 November 2025

BMKG Wanti-Wanti: Aceh, Sumut, Sumbar Masih Berstatus Waspada Hujan Lebat 29–30 November | HOKIPALACE



Articles By :HOKIPALACE

Jakarta — BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk akhir pekan ini, terutama bagi wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Menurut prakiraan cuaca periode 29–30 November 2025, hujan sedang hingga lebat diperkirakan masih mengguyur wilayah-wilayah tersebut. 

Dalam dokumen ikhtisar cuaca, BMKG menetapkan status “Waspada” bagi Aceh, Sumut, dan Sumbar pada hari Sabtu (29/11) dan Minggu (30/11). Status ini menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat, yang bisa disertai intensitas tinggi.

Lebih luas lagi, peringatan cuaca oleh BMKG juga mencakup sejumlah provinsi lain di Pulau Sumatra serta berbagai daerah di Indonesia — dari Riau, Bengkulu, Kalimantan, hingga Sulawesi dan Papua. Hal ini menunjukkan kondisi cuaca yang bersifat nasional dalam beberapa hari ke depan. 

Baca juga:

Bencana Ekologis Kepung RI, Eddy Soeparno Serukan Percepat Aksi Iklim | HOKIPALACE

Potensi Dampak — Kenapa Warga diimbau Waspada

BMKG sebelumnya sudah menyampaikan bahwa cuaca ekstrem di bagian barat dan tengah Sumatra, termasuk Sumbar, dipicu oleh dinamika atmosfer dan peningkatan kelembapan udara, yang dipengaruhi oleh pola sirkulasi angin dan kondisi laut — termasuk adanya bibit siklon tropis di sekitar Selat Malaka. 

Hujan lebat atau berkepanjangan ini bisa menimbulkan berbagai risiko seperti banjir, genangan air di pemukiman rendah, serta potensi tanah longsor terutama di daerah perbukitan atau lereng. Oleh karena itu, BMKG serta aparat terkait mengimbau masyarakat agar selalu memantau informasi cuaca terbaru dan menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca memburuk. 

Imbauan BMKG & Saran bagi Masyarakat

  • Warga di Aceh, Sumut, Sumbar — serta daerah lain yang juga berstatus waspada — disarankan tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama saat hujan turun deras disertai angin kencang.

  • Sebelum beraktivitas, cek prakiraan cuaca terkini melalui saluran resmi BMKG, baik situs maupun aplikasi resminya, untuk mengetahui status peringatan cuaca.

  • Hindari lokasi rawan banjir, longsor, atau genangan — terutama jika tinggal di dataran rendah atau lereng bukit.

  • Siapkan perlengkapan darurat (senter, powerbank, plastik penutup barang, dsb) apabila cuaca ekstrem terjadi mendadak.

Penutup

Peringatan dari BMKG ini menjadi pengingat bahwa meskipun kita sudah memasuki akhir November — bukan musim puncak hujan ekstrem secara umum — dinamika cuaca tetap bisa berubah cepat. Bagi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan provinsi terkait lainnya: kewaspadaan dan kesiapan diri sangat penting. Update informasi cuaca secara rutin agar bisa mengambil keputusan aman — terutama jika akan bepergian atau melakukan aktivitas di luar rumah.

Kamis, 27 November 2025

Bencana Ekologis Kepung RI, Eddy Soeparno Serukan Percepat Aksi Iklim | HOKIPALACE

 



Articles By :HOKIPALACE

Jakarta - Hujan berintensitas tinggi akibat anomali iklim memicu rangkaian bencana ekologis di Indonesia. Pada 25-27 November, banjir besar melanda Padang, Aceh, Tapanuli Selatan, dan Sibolga, sementara longsor masif juga terjadi di Banjarnegara, Jawa Tengah.
Merespons hal ini, Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengapresiasi gerak cepat pemerintah daerah yang bertindak sigap menyelamatkan warga yang terdampak. Bagi Eddy, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

"Para kepala daerah mengambil tindakan cepat dan taktis untuk menyelamatkan warga dari dampak bencana. Selain itu, kami juga mendorong pemerintah pusat dan daerah lainnya untuk melakukan tindakan pencegahan yang dianggap perlu untuk siaga menghadapi ancaman bencana ekologis akibat anomali iklim ini," kata Eddy dalam keterangan tertulis, Kamis (27/11/2025).

"Keselamatan masyarakat harus selalu menjadi prioritas utama," lanjutnya.

Eddy menyebut bencana ekologis terjadi selain karena anomali iklim juga karena adanya beberapa kebijakan sebelumnya yang tidak mempertimbangkan aspek lingkungan secara baik dan bertanggung jawab.

Baca juga:

Korban Tewas Akibat Banjir Thailand Bertambah Jadi 33 Orang | HOKIPALACE


"Kami mendorong Kementerian LH melalui Dirjen Gakkum untuk terus melakukan monitoring dan penegakan hukum jika ditemukan pembangunan yang justru berpotensi membahayakan lingkungan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Eddy juga mendorong agar aksi iklim dipercepat melalui regulasi yang mendukung transisi energi hingga pro terhadap upaya pencegahan krisis iklim melalui pembangunan rendah karbon.

"Pemerintah mendengarkan aspirasi yang secara konsisten kami sampaikan untuk menjadi kebijakan pro lingkungan yakni mengenai isu sampah dan perdagangan karbon dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden No. 109 tahun 2025 tentang Waste to Energy dan Perpres No. 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon," ucap Eddy.

"Ke depan kebijakan pro lingkungan dan mencegah dampak krisis iklim sepertinya harus diakselerasi seperti RUU Energi Baru dan Terbarukan. Kami juga terus mendorong RUU Pengelolaan Perubahan Iklim agar segera dibahas dan disahkan sebagai dasar hukum segala bentuk kebijakan mencegah dampak krisis iklim yang semakin meluas," lanjut Eddy.

Rabu, 26 November 2025

Korban Tewas Akibat Banjir Thailand Bertambah Jadi 33 Orang | HOKIPALACE

 


Articles By :HOKIPALACE

Jakarta - Jumlah korban tewas akibat banjir besar yang melanda Thailand selatan selama beberapa hari terakhir telah meningkat menjadi 33 orang pada hari Rabu (26/11).
"Pihak berwenang mengatakan 33 orang tewas di tujuh provinsi, dengan penyebab termasuk banjir bandang, sengatan listrik, dan tenggelam," kata juru bicara pemerintah Siripong Angkasakulkiat kepada wartawan, dilansir kantor berita AFP, Rabu (26/11/2025).

"Ketinggian air diperkirakan akan surut di selatan," imbuhnya.


Baca juga:

5 Hal Terungkap dari Kematian Alvaro Bocah yang Hilang 8 Bulan di Jaksel | HOKIPALACE


Sebelumnya, pemerintah mengumumkan keadaan darurat di provinsi Songkhla selatan pada hari Selasa (25/11), dengan hujan deras sejak akhir pekan lalu telah menggenangi pusat wisata Hat Yai dan wilayah selatan.

Lebih dari 1.200 orang telah dievakuasi dari rumah mereka di Songkhla sejak Kamis pekan lalu, ungkap departemen hubungan masyarakat provinsi tersebut.

Rekaman televisi lokal dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tim penyelamat di Hat Yai mengevakuasi warga dengan perahu, jet ski, dan truk militer di tengah banjir bandang.

Beberapa orang menggunakan kolam renang tiup anak-anak untuk mengapungkan anak-anak mereka ke tempat aman.

"Saya terdampar selama empat hari," ujar seorang perempuan yang mengenakan jas hujan dan menggendong bayinya di bawah payung di kota itu kepada stasiun TV lokal TNN pada hari Senin (24/11).


"Saya memutuskan untuk pergi karena saya punya bayi dan saya khawatir banjir akan semakin parah," ujarnya.

Perempuan itu, anaknya, dan ibunya yang terbaring di tempat tidur dievakuasi dengan perahu, tambahnya.

Thailand secara rutin mencatat hujan lebat dari Juni hingga September. Namun, para ahli mengatakan perubahan iklim akibat manusia telah memperparah cuaca ekstrem, membuat kondisi semakin tidak terduga.



Senin, 24 November 2025

5 Hal Terungkap dari Kematian Alvaro Bocah yang Hilang 8 Bulan di Jaksel | HOKIPALACE

 



Articles By :HOKIPALACE

Jakarta - Misteri hilangnya Alvaro Kiano Nugroho, bocah 6 tahun yang hilang 8 bulan di Jakarta Selatan, terungkap. Alvaro ditemukan meninggal dunia tinggal kerangka di Jembatan Cilalay, Tenjo, Jawa Barat.
Polisi sudah menetapkan tersangka berinisial AI dalam kasus ini. AI merupakan ayah tiri korban, tapi pelaku meninggal setelah bunuh diri di ruang konseling Polres Jakarta Selatan, setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga:

Jepang Bakal Siagakan Rudal di Dekat Taiwan, China Geram! | HOKIPALACE



Kronologi Pembunuhan Korban



Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan Alvaro awalnya diculik oleh AI di salah satu masjid di wilayah Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Hal ini diketahui setelah ada pengakuan tersangka.

Saat diculik, Alvaro disebut menangis tidak berhenti. Hingga akhirnya pelaku membekap Alvaro.

"Pada saat korban dibawa dalam kondisi menangis yang tidak berhenti sehingga dibekap hingga meninggal dunia," kata Budi dalam jumpa pers, Senin (24/11) malam.

Budi mengatakan, setelah Alvaro meninggal, pelaku lalu membungkus korban dengan plastik. Korban pun kemudian dibuang oleh pelaku.

"Setelah korban meninggal, pelaku membungkus jenazah dengan plastik berwarna hitam dan membuang di wilayah Tenjo, tepatnya di Jembatan Cilalay pada tanggal 9 Maret 2025 pada malam hari atau 3 hari setelah diketahui AKN hilang," jelasnya.


Motif PembunuhanAdapun motif tersangka adalah karena ingin balas dendam. Pelaku ingin balas dendam ke istrinya, yakni ibu Alvaro.
Mengenai keinginan balas dendam itu, kata Budi, terungkap dalam rekam jejak digital pelaku. Dalam rekam jejak digital itu, pelaku terang-terangan mengungkapkan keinginannya balas dendam.

"Pendalaman percakapan digital terlapor ataupun terduga pelaku, penyidik menemukan adanya indikasi kuat dorongan emosional pelaku. Dari penyidikan, terang-terangan ada kalimat 'gimana caranya gue balas dendam' ini muncul berulang kali di dalam konteks kemarahan, rasa sakit hati yang ia tunjukkan ke pihak tertentu," ungkap Budi.

Kemudian, polisi memeriksa AI. Dari hasil pemeriksaan AI, polisi menyebut pelaku mengakui berniat melakukan balas dendam, lalu melakukan penculikan dan membunuh Alvaro hingga jasadnya dibuang di kawasan Tenjo, Bogor, Jawa Barat.

"Dalam proses pemeriksaan oleh penyidik, terlapor memiliki dorongan emosional dan niat untuk melakukan balas dendam. Hal ini diakui oleh tersangka melakukan penculikan terhadap ananda AKN sampai dengan membawa korban dari salah satu masjid di wilayah Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan," ucap Budi.

Mengapa pelaku ingin balas dendam? Setelah ditelusuri polisi, pelaku menduga istrinya berselingkuh. Untuk diketahui, ibu Alvaro bekerja di luar negeri.

"Adapun motifnya yaitu dari komunikasi yang ada, ada motif dendam pribadi dengan istrinya. Jadi istri tersangka ini bekerja di luar negeri, dari hasil chat itu muncul adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya," ucapnya.

"Nah di situ ada motif tersendiri terhadap si tersangka ini untuk melakukan pembunuhan itu, terhadap anak, karena anak ini ialah anak tiri dari tersangka," tambahnya.

Jasad Disimpan di Garasi


Setelah Alvaro meninggal, ternyata jasadnya tidak langsung dibawa ke wilayah Tenjo, melainkan ditaruh di garasi selama tiga hari.

"Setelah itu tidak langsung dibuang ke Tenjo, 3 hari ditaruh di garasi. Jadi ketutupan, ada posisi mobil, mobil warna silver, itu di belakang garasi selama 3 hari di situ," kata Kasat Reskrim Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo dalam jumpa pers.

Kemudian, pada 9 Maret 2025, pelaku membuang jenazah korban. Jenazah dibuang tepatnya di Jembatan Cilalay, wilayah Tenjo.

"Lalu, pada tanggal 9 Maret 2025, jenazah itu dibuang menggunakan mobil ke daerah Tenjo," ujar Ardian.


Pelaku Bunuh Diri


Belum sempat menjalani proses hukum, pelaku sudah mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Pelaku mengakhiri hidupnya setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus Alvaro.

"Jadi pada saat sudah dilakukan pemeriksaan dan dilakukan gelar perkara terkait tentang terduga patut diyakini dari beberapa alat bukti yang bersangkutan melakukan tindakan pembunuhan terhadap AKN," ujar Kombes Budi.

"Pada saat tempo waktu proses pemeriksaan itu sampai dengan Minggu dini hari, jadi yang bersangkutan dititipkan di ruangan konseling, kami luruskan pada rekan media tersangka mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruangan konseling," imbuhnya.

Kombes Budi menerangkan soal mengapa posisi tersangka berada di ruang konseling. Sebab, pada Senin pagi tadi seharusnya dilakukan pemeriksaan medis, pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui tersangka memiliki penyakit menular atau tidak.

"Kenapa di ruangan konseling karena status yang bersangkutan sudah tersangka, besok pagi akan dilakukan pemeriksaan medis apakah tersangka punya penyakit bawaan atau penyakit menular sehingga belum bisa dijadikan satu dengan tahanan lainnya," ucapnya.

Dia juga mengatakan tersangka awalnya meminta izin ke toilet. Namun tersangka ditemukan sudah menghabisi nyawanya dengan menggunakan celana.

"Minggu tersangka ini izin ke toilet, pertama pakai celana pendek, karena celana pendek kotor, dia minta diganti celana panjang, pada saat di ruang konseling dari pukul 06.30 WIB sampai 09.00 WIB ditemukan rekannya tadi inisial G, melalui bilah kaca tersangka sudah dalam posisi menghilangkan nyawanya," lanjut Budi.

Sementara itu, dokter forensik RS Polri Kramat Jati, dr Farah Trimadani Karow menambahkan, hasil visum yang dilakukan RS Polri, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh tersangka. Tim dokter hanya menemukan luka lecet tekan yang melingkar di bagian leher.

"Hasil pemeriksaan jenazah laki-laki berusia 49 tahun, golongan darah o, kemudian ditemukan hanya luka lecet tekan yang melingkari leher itu diduga sesuai dengan pola gambarnya kasus gantung, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada permukaan tubuh lainnya," jelas Farah.


Ada Saksi Kunci


Polisi mengungkapkan penemuan kerangka diduga Alvaro ini berawal dari pemeriksaan saksi kunci inisial G. Saksi kunci ini adalah orang yang mengenal pelaku.

Kronologi korban ditemukan berdasarkan saksi kunci yang sudah kita periksa, ada satu inisial G yang mana saksi kunci," ungkap AKBP Ardian.

Ardian mengatakan saksi G merupakan orang yang sempat diajak oleh pelaku untuk membuang plastik berisi mayat Alvaro. Namun, menurut Ardian, saksi G tidak mengetahui pasti isi dari plastik tersebut.

"(Saksi G) Itu diajak oleh tersangka untuk mengambil plastik itu, tapi untuk isinya dia menyatakan tidak tahu. Disampaikan oleh tersangka bahwa isinya bangkai anjing, tapi dia nggak ngecek lagi," ucapnya.

Dari keterangan saksi G itu, polisi kemudian melakukan pencarian dengan bantuan anjing pelacak K9 ke lokasi tersangka AI membuang jasad Alvaro.

"Dari situ alhamdulillah berkat bantuan doa semua, dan dibantu dengan K9 dari Mabes Polri dan Polda, kita menemukan adanya kerangka manusia yang diduga korban AKN," ujarnya.





Jepang Bakal Siagakan Rudal di Dekat Taiwan, China Geram! | HOKIPALACE

 

Yonaguni, pulau paling barat di Jepang, yang berjarak sekitar 110 kilometer dari lepas pantai Taiwan

Articles By :HOKIPALACE

Beijing - Pemerintah China melontarkan kritikan terhadap rencana Jepang menempatkan rudal di sebuah pulau di dekat Taiwan, saat ketegangan kedua negara semakin meningkat. Beijing menyebut rencana Tokyo itu sebagai upaya disengaja untuk "menciptakan ketegangan regional dan memprovokasi konfrontasi militer".
Kritikan itu muncul di tengah krisis diplomatik terburuk dalam beberapa tahun terakhir antara China dan Jepang, setelah Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi mengatakan pada bulan ini bahwa serangan hipotetis Beijing terhadap Taiwan dapat memicu respons militer dari Tokyo.

"Kekuatan sayap kanan di Jepang ... membawa Jepang dan kawasan menuju bencana," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers rutin, seperti dilansir Reuters, Senin (24/11/2025).

"Beijing bertekad dan mampu menjaga kedaulatan teritorial nasionalnya," tegasnya.

Baca juga:

Raymond/Nikolaus Debut di Super 500 Langsung Juara Australia Open | HOKIPALACE


Pernyataan itu disampaikan menyusul pernyataan Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, pada Minggu (23/11) yang mengatakan bahwa rencana menempatkan unit rudal jarak menengah jenis darat-ke-udara di pangkalan militer di Yonaguni, pulau yang berjarak sekitar 110 kilometer dari lepas pantai Timur, "terus bergerak maju".

Koizumi menjelaskan bahwa penempatan rudal itu bertujuan untuk melindungi Yonaguni. "Kita meyakini bahwa keberadaan unit ini akan mengurangi kemungkinan serangan bersenjata terhadap negara kita," ucapnya.

Mao, dalam tanggapannya, mengkritik rencana penempatan rudal di pulau berpenghuni yang letaknya paling barat di Jepang tersebut.

"Langkah ini sangat berbahaya dan seharusnya menimbulkan kekhawatiran serius di antara negara-negara tetangga dan komunitas internasional," kritik Mao.



Perselisihan diplomatik terbaru ini memicu krisis bilateral terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Pada Jumat (21/11), China mengadukan perselisihan diplomatik dengan Jepang ini kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui surat kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres.
Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, dalam suratnya kepada Guterres, menuduh Tokyo mengancam "intervensi bersenjata" terkait Taiwan.

Fu juga menuduh Takaichi telah melakukan "pelanggaran berat terhadap hukum internasional" dan norma-norma diplomatik ketika dia mengatakan bahwa serangan China terhadap Taiwan dapat memicu respons militer dari Tokyo.



Minggu, 23 November 2025

Raymond/Nikolaus Debut di Super 500 Langsung Juara Australia Open | HOKIPALACE

 

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin juara Australia Open 2025 usai kalahkan Fajar Alfian/M Shohibul Fikri

Jakarta, CNN Indonesia -- Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tampil luar biasa dengan jadi juara Australia Open 2025 dalam debutnya di kelas Super 500.
Australia Open 2025 menjadi ajang Super 500 pertama bagi Raymond/Nikolaus. Pasalnya, pasangan yang pertama kali dibentuk pada Februari 2025 kerap tampil di level challenge.

Untuk kelas BWF World Tour yang rutin diikuti Raymond/Nikolaus sebelum ke Australia Open 2025 adalah Super 100 dan Super 300 untuk BWF World Tour.

Satu gelar juara dan dua kali runner up ditorehkan Raymond/Nikolaus di kelas Super 100 hingga 300. Puncaknya adalah saat jadi runner up Korea Masters 2025 setelah kalah dari Lee Jong Min/Wang Chan.



Nama Raymond/Nikolaus kemudian debut di Super 500 setelah nama keduanya masuk ke daftar pemain Indonesia di Austraia Open 2025. Hasilnya, pasangan asal klub PB Djarum ini tampil mengesankan.

Loaded: 55.56%


Performa epik Raymond/Nikolaus terlihat setelah lolos ke perempat final. Pada laga tersebut, Raymond/Nikolaus melanjutkan tren positif mereka dengan menumbangkan unggulan ketiga asal Malaysia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, dalam duel sengit 21-15, 19-21, 21-15.

Baca juga:

Kejagung Bantah Tukar Guling Kasus Petral dan Google Cloud dengan KPK | HOKIPALACE



Tidak cukup menggilas unggulan ketiga Malaysia, Raymond/Nikolaus menyingkirkan unggulan dua asal Negeri Jiran, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin setelah 'ketagihan' menang di Australia Open, 21-15, 21-15.

Penampilan bagus Raymond/Nikolaus mencapai puncaknya pada final Australia Open 2025. Lagi-lagi lawan yang dihadapi Raymond/Nikolaus adalah pasangan unggulan, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Raymond/Nikolaus juga dipaksa bermain hingga rubber game saat melawan kompatriotnya tersebut, 22-20, 10-21, 21-18. Australia Open 2025 akan jadi balapan yang tidak terlupakan untuk Raymond/Nikolaus, karena menjadi debut mereka di Super 500 dan langsung jadi juara.



Jumat, 21 November 2025

Kejagung Bantah Tukar Guling Kasus Petral dan Google Cloud dengan KPK | HOKIPALACE

 

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna


Articles By :HOKIPALACE

Jakarta - Kejagung membantah ada tukar guling penanganan kasus dengan KPK. Kejagung mengatakan belum ada keputusan resmi pelimpahan penanganan dugaan korupsi Google Cloud di Kemendikbudristek dari KPK ke Kejagung dan pelimpahan dugaan korupsi minyak di Petral dari Kejagung ke KPK.
"Tidak, tidak, tidak ada kaitan (tukar perkara). Pertama, pelimpahan belum, belum ada pelimpahan sama sekali. Yang kedua, tidak ada istilah pertukaran atau tukar guling, nggak ada, nggak ada," kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, di kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025).

Anang mengatakan pihaknya memang telah memulai penyidikan kasus dugaan korupsi minyak mentah di Petral. Dia menyebut periode kasus yang diusut Kejagung berbeda dengan KPK.

"Terkait dengan penyidikan proses dalam perkara Petral, memang tim Kejaksaan Agung sudah melakukan penyidikan. Setelah melalui proses penyelidikan. Yang kebetulan juga KPK juga menangani perkara yang sama. Tapi periodenya Kejaksaan Agung kan ada di 2008-2015, dan kalau nggak salah ada dua, satu lagi periodenya ada sampai 2017 kalau saya tidak salah," jelas Anang.


Baca juga:

Bentrok Pengamen Ondel-ondel dan Ukulele di Koja Gara-gara Cari Makan | HOKIPALACE


Anang mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan KPK terkait pengusutan kasus di Petral. Petral sendiri telah dibubarkan pada tahun 2015.

"Kita sih pada prinsipnya, apa pun kita siap. Sesama penegak hukum, kalau itu memang diperlukan. Cuma secara resmi belum ada ya (pelimpahan), ini baru, tapi kita sudah berkoordinasi antara dari Gedung Bundar secara informal dengan teman-teman dari KPK. Mekanismenya seperti apa, nanti lah kita tunggu secara resmi bagaimana," ujarnya.

Dia juga mengatakan belum ada pelimpahan secara resmi dari KPK terkait penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan Google Cloud di Kemendibudristek dari KPK. Dia mengatakan kasus ini memang beririsan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang ditangani Kejagung.

"Perkara pengadaan Chrome yang terkait dengan irisannya dengan di sana kan, di teman-teman penyidik KPK kan Google Cloud-nya. Kita sendiri perkara di kementerian pengadaan Google Chromebook ini kan sudah sudah limpah. Sudah ke Kejari Jakarta Pusat. Tinggal dilimpah ke pengadilan," ujarnya.


Sebelumnya, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan pihaknya akan melimpahkan penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan Google Cloud Kejagung. Hal itu dilakukan karena penanganan perkara ini beririsan dengan kasus pengadaan Chromebook di Kejagung.

"Dari hasil koordinasi untuk Google Cloud itu, nanti penanganannya akan diserahkan kepada Kejaksaan Agung," kata Setyo di Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/11).

"Karena irisannya sangat besar dengan proses Google Cloud yang sudah ditangani oleh Kejaksaan Agung," tambahnya.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan di KPK dan akan dilimpahkan ketika penyidikan. Dari hasil koordinasi dengan Kejagung, katanya, pihak yang bakal pertanggungjawaban atau tersangka dalam kasus ini sama.

"Tiap pihak yang dimintai pertanggungjawaban dari hasil koordinasi sama, makanya sudah dikoordinasikan dan nanti akan proyeksinya diserahkan. Ini bentuk koordinasi, bentuk kerja sama antarpihak," ujarnya.

Selain itu, Setyo mengatakan Kejagung juga melimpahkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah dan produk jadi kilang minyak oleh Petral ke pihaknya. Hal itu dilakukan karena kasus yang ditangani Kejagung sama dengan KPK.

"Karena kan mereka (Kejagung) juga ternyata terinformasi mereka juga melakukan kegiatan yang sama. Nah, tapi karena tahu bahwa KPK sudah menerbitkan surat perintah penyidikan, sudah melakukan pemeriksaan-pemeriksaan, maka penanganannya dari Kejaksaan dilimpahkan," kata Setyo.



Kamis, 20 November 2025

Bentrok Pengamen Ondel-ondel dan Ukulele di Koja Gara-gara Cari Makan | HOKIPALACE

 

Seorang pengamen ukulele terluka karena senjata tajam saat bentrok dengan pengamen ondel-ondel di Koja, Jakut.

Articles By :HOKIPALACE

Jakarta -- Bentrokan antara pengamen ondel-ondel dan pengamen ukulele terjadi di Koja, Jakarta Utara (Jakut) pada Rabu (19/11) malam.
Dalam insiden ini, seorang pengamen ukulele terluka akibat dibacok senjata tajam.

Peristiwa itu terekam sebuah video dan beredar di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat salah seorang korban yang belum diketahui identitasnya sempat masuk ke dalam sebuah toko minuman untuk menghindari kejaran pelaku. Namun, pelaku tetap mengejar korban ke dalam toko dan kemudian melakukan aksi penganiayaan.

Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan. Mulai dari olah TKP hingga memeriksa rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.

"Selanjutnya dilakukan pencarian hingga akhirnya berhasil diamankan di Jalan Lorong 4 Y Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja saat pelaku tersebut sedang nongkrong," kata Andry saat dikonfirmasi, Kamis (20/11).

Lihat Juga :

Polisi Ungkap Temuan Krusial di CCTV Kebakaran Rumah Hakim PN Medan

Ketiga pelaku yang ditangkap itu merupakan para pengamen ondel-ondel. Mereka masing-masing berinisial LP (16), AAI (17), dan RA (17).

Dalam pemeriksaan, para pelaku mengaku peristiwa bermula saat mereka mengamen ondel-ondel dan dicegat oleh para pengamen ukulele.

"Lalu masing-masing mengeluarkan senjata tajam dan terjadi keributan sampai masuk ke dalam toko minuman Chizzu Up," ucap Andry.

"(Penyebab bentrokan) saingan cari makan," imbuhnya.

Dari tangan para pelaku, polisi turut menyita barang bukti berupa satu buah senjata tajam jenis celurit, satu buah badik, dan satu buah pisau belati.

Andry menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa itu. Kata dia, korban yang dibacok hingga saat ini belum membuat laporan ke polisi.

"Hingga saat ini belum ada korban yang membuat laporan polisi," katanya.