Sabtu, 31 Januari 2026

Pemprov DKI Tambah Alat Penetral Bau di RDF Rorotan Usai Diprotes Warga

 



Articles By :HOKIPALACE

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah cepat dengan menambah alat penetral bau di fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara, setelah menerima protes dari warga sekitar terkait bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan sampah.

Keluhan warga mencuat karena bau tak sedap dirasakan hingga ke permukiman, terutama pada waktu-waktu tertentu, sehingga mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Menanggapi hal tersebut, Pemprov DKI menegaskan komitmennya untuk memperbaiki sistem pengendalian bau dan memastikan operasional RDF Plant tidak merugikan masyarakat sekitar.

BACA JUGA:

3 Pasien Rehabilitasi Narkoba di Bogor Kabur ke Sungai, 2 Orang Berhasil Dievakuasi


Penambahan Alat Penetral Bau

Pemprov DKI melalui dinas terkait melakukan penambahan dan optimalisasi alat penetral bau, termasuk:

  • Deodorizer industri untuk menekan emisi bau

  • Sistem penyemprot cairan penetral di area sumber bau

  • Optimalisasi sistem ventilasi tertutup

  • Peningkatan pengolahan udara (air treatment) sebelum dilepas ke lingkungan

Langkah ini dilakukan sebagai tindakan korektif langsung sambil menunggu evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional RDF Plant Rorotan.


Penyebab Bau Diduga dari Proses Pengolahan Sampah

Bau menyengat yang dikeluhkan warga diduga berasal dari:

  • Sampah organik yang belum terolah sempurna

  • Proses pengeringan dan pencacahan sampah

  • Penumpukan material pada fase awal pengolahan RDF

Pada kondisi tertentu, seperti kelembapan tinggi atau arah angin menuju permukiman, bau dapat menyebar lebih luas. Hal ini menjadi perhatian serius karena RDF Plant berada relatif dekat dengan kawasan hunian.


Respons Pemprov DKI Jakarta

Pemprov DKI menyatakan bahwa RDF Plant Rorotan merupakan bagian dari strategi jangka panjang pengelolaan sampah Jakarta, khususnya untuk:

  • Mengurangi ketergantungan pada TPST Bantargebang

  • Mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif (RDF)

  • Menekan volume sampah residu

Namun demikian, Pemprov menegaskan bahwa kenyamanan dan kesehatan warga tetap menjadi prioritas utama. Setiap keluhan masyarakat akan dijadikan dasar untuk perbaikan teknis dan operasional.


Dialog dengan Warga Sekitar

Selain penanganan teknis, Pemprov DKI juga membuka ruang dialog dengan warga terdampak, antara lain melalui:

  • Sosialisasi sistem kerja RDF Plant

  • Penjelasan tahapan pengolahan sampah

  • Penyampaian langkah mitigasi bau

  • Penampungan aspirasi dan keluhan warga

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan membangun kepercayaan antara pengelola fasilitas dan masyarakat sekitar.


Evaluasi Operasional RDF Rorotan

Pemprov DKI melakukan evaluasi pada beberapa aspek penting, di antaranya:

  • Standar operasional prosedur (SOP) pengolahan sampah

  • Manajemen waktu dan kapasitas masuk sampah

  • Efektivitas alat penetral bau yang terpasang

  • Dampak lingkungan terhadap permukiman sekitar

Jika ditemukan kekurangan, Pemprov tidak menutup kemungkinan melakukan penyesuaian operasional agar dampak lingkungan dapat diminimalkan.


Pentingnya Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

RDF Plant Rorotan dirancang sebagai solusi pengelolaan sampah modern dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan. RDF sendiri merupakan hasil olahan sampah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk industri, sehingga membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus mendukung ekonomi sirkular.

Namun, keberhasilan fasilitas ini sangat bergantung pada:

  • Teknologi yang memadai

  • Pengelolaan yang disiplin

  • Pengawasan ketat

  • Partisipasi dan dukungan masyarakat


Harapan ke Depan

Dengan penambahan alat penetral bau dan perbaikan sistem, Pemprov DKI berharap keluhan warga tidak terulang kembali. Pemerintah juga berkomitmen untuk melakukan pemantauan berkala serta menerima laporan masyarakat jika ditemukan dampak lingkungan yang mengganggu.

Ke depan, RDF Plant Rorotan diharapkan dapat beroperasi secara optimal, aman, dan berkelanjutan, tanpa mengorbankan kenyamanan warga sekitar.


Kesimpulan

Penambahan alat penetral bau di RDF Rorotan merupakan bentuk respons cepat Pemprov DKI Jakarta atas protes warga. Langkah ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah modern harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Dengan evaluasi berkelanjutan, dialog terbuka, dan penguatan teknologi, RDF Rorotan diharapkan mampu menjadi solusi pengelolaan sampah yang efektif sekaligus diterima oleh warga sekitar.

Jumat, 30 Januari 2026

3 Pasien Rehabilitasi Narkoba di Bogor Kabur ke Sungai, 2 Orang Berhasil Dievakuasi

 




Articles By :HOKIPALACE

Bogor, Jawa Barat — Tiga pasien rehabilitasi narkoba dilaporkan kabur dari sebuah fasilitas rehabilitasi di wilayah Bogor dan nekat menceburkan diri ke sungai pada [hari kejadian]. Aksi berbahaya tersebut memicu kepanikan dan langsung mendapat respons dari petugas gabungan. Dari peristiwa itu, dua orang berhasil dievakuasi, sementara satu pasien lainnya masih dalam penanganan lanjutan.

Kejadian ini menjadi perhatian serius karena melibatkan pasien rehabilitasi yang berada dalam pengawasan ketat dan berisiko tinggi jika berada di lingkungan terbuka tanpa pendampingan.

BACA JUGA:

Banjir di Rawajati Jaksel Capai 1,5 Meter, Warga Dievakuasi


Kronologi Kejadian

Menurut informasi yang dihimpun, ketiga pasien tersebut diduga melarikan diri dari area rehabilitasi dengan memanfaatkan kelengahan petugas. Setelah keluar dari lokasi, mereka bergerak menuju area sungai yang berada tidak jauh dari fasilitas tersebut.

Dalam kondisi tertekan dan panik, ketiganya kemudian melompat ke sungai, yang saat itu memiliki arus cukup deras. Aksi ini langsung diketahui oleh pihak pengelola rehabilitasi yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke petugas terkait.


Proses Evakuasi oleh Petugas

Petugas gabungan yang terdiri dari unsur pemadam kebakaran, tim penyelamat, dan relawan segera diterjunkan ke lokasi. Proses evakuasi dilakukan dengan peralatan khusus karena kondisi sungai dinilai berbahaya.

Dua pasien berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, meski mengalami kelelahan dan syok akibat hanyut terbawa arus. Keduanya langsung mendapatkan pemeriksaan medis sebelum diserahkan kembali ke pihak rehabilitasi untuk penanganan lanjutan.

Sementara itu, satu pasien lainnya sempat terpisah dari dua korban yang dievakuasi, sehingga dilakukan pencarian dan pemantauan lanjutan di sepanjang aliran sungai.


Kondisi Korban dan Tindakan Lanjutan

Dua pasien yang berhasil diselamatkan dilaporkan dalam kondisi stabil. Petugas medis memastikan tidak ada luka serius, meski keduanya mengalami stres dan kelelahan berat.

Pihak rehabilitasi bekerja sama dengan aparat setempat untuk:

  • Mengamankan kembali area fasilitas

  • Memperketat pengawasan pasien

  • Melakukan evaluasi prosedur keamanan internal

Langkah ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.


Evaluasi Keamanan Fasilitas Rehabilitasi

Insiden ini memunculkan sorotan terhadap sistem pengawasan di pusat rehabilitasi narkoba, terutama bagi pasien yang masih dalam tahap awal pemulihan dan berpotensi mengalami gangguan emosi atau kepanikan.

Pihak terkait menegaskan bahwa rehabilitasi narkoba bukan hanya soal pemulihan fisik, tetapi juga stabilitas mental pasien, sehingga pengawasan dan pendampingan harus dilakukan secara ketat dan manusiawi.


Imbauan kepada Masyarakat

Petugas mengimbau masyarakat sekitar agar:

  • Segera melapor jika melihat pasien yang melarikan diri

  • Tidak mencoba melakukan penanganan sendiri

  • Menjaga keselamatan pribadi saat berada di sekitar sungai

Kerja sama masyarakat dinilai sangat penting dalam menangani situasi darurat seperti ini.


Kesimpulan

Peristiwa kaburnya tiga pasien rehabilitasi narkoba di Bogor yang berujung menceburkan diri ke sungai menjadi peringatan penting akan pentingnya pengawasan ketat dan sistem keamanan yang memadai di fasilitas rehabilitasi. Berkat respons cepat petugas, dua orang berhasil diselamatkan, sementara upaya penanganan lanjutan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan seluruh pasien.

Kamis, 29 Januari 2026

Banjir di Rawajati Jaksel Capai 1,5 Meter, Warga Dievakuasi

 




Articles By :HOKIPALACE

Jakarta Selatan, Indonesia — Banjir besar kembali melanda Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat pagi (30/1/2026). Curah hujan yang tinggi sejak dini hari menyebabkan genangan air mencapai sekitar 1,5 meter, mengakibatkan sejumlah rumah terendam dan memaksa evakuasi warga oleh petugas gabungan.

BACA JUGA:

Tembok Pembatas Setinggi 30 Meter di Cakung, Jakarta Timur, Ambruk


Air Naik Drastis dan Dampak di Permukiman

Menurut data dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, ketinggian air di sejumlah titik permukiman di Jalan Komplek Zeni, Kelurahan Rawajati diperkirakan mencapai 150 sentimeter (1,5 meter) pada pagi hari. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh dan banyak rumah bagian bawah terendam air.

Ketinggian air setinggi ini mengakibatkan warga tidak bisa beraktivitas normal, bahkan beberapa harus berlindung di lantai dua rumah mereka sambil menunggu bantuan tiba di lokasi.


Evakuasi oleh Petugas Gabungan

Petugas gabungan dari Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, TNI, serta relawan setempat dikerahkan untuk mengevakuasi warga terdampak. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet karena jalan dan permukiman utama sudah sulit dilewati kendaraan biasa.

Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan bahwa sekitar 6 warga berhasil dievakuasi ke tempat aman. Warga yang dievakuasi termasuk ibu membawa bayi dan seorang anak kecil, yang semua dipindahkan dari lantai dua rumah ke perahu karet menuju lokasi lebih aman.

Evakuasi ini penting karena air yang naik cepat memiliki potensi besar mengancam keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan anak-anak.


Respons Dinas dan Saran untuk Warga

Petugas di lapangan mengimbau warga yang belum terdampak untuk tetap waspada, tidak mencoba menyeberang area banjir sendiri, dan mengikuti arahan petugas jika terjadi perubahan kondisi.

Selain itu, warga juga diminta menghubungi call center Jakarta Siaga atau pos damkar terdekat jika membutuhkan bantuan atau evakuasi. Layanan dari Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ini diberikan tanpa biaya (gratis) bagi masyarakat yang tertangkap banjir.


Penyebab dan Kondisi Cuaca

Fenomena banjir di Rawajati tidak terlepas dari intensitas hujan tinggi yang mengguyur Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir, yang juga menyebabkan kondisi banjir di berbagai wilayah Jakarta mencapai ketinggian signifikan. Data lain menunjukkan beberapa titik banjir di Jakarta merendam banyak RT dan jalan hingga ketinggian 0,5–1,5 meter pada periode yang sama.

Hujan ekstrem di wilayah hulu serta kemungkinan luapan sungai memperparah kondisi genangan di kawasan permukiman rendah. Akibatnya, daerah seperti Rawajati menjadi salah satu lokasi yang paling terdampak.


Dampak Sosial dan Infrastruktur

Banjir dengan ketinggian air setinggi 1,5 meter seperti yang terjadi di Rawajati bukan hanya membuat rumah warga terendam, tetapi juga menutup akses jalan sehingga:

  • Transportasi terhambat

  • Akses ke fasilitas umum terganggu

  • Kegiatan ekonomi warga mandek

  • Peningkatan risiko penyakit akibat genangan air

Beberapa banjir sebelumnya di Jakarta bahkan sempat merendam puluhan hingga ratusan Rukun Tetangga (RT), memaksa evakuasi massal dan pengungsian warga di tempat-tempat lain.


Kesiapsiagaan dan Mitigasi Banjir

Petugas terus memantau kondisi cuaca dan elevasi air di pos-pos pantau banjir di seluruh Jakarta. Peringatan dini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI sering dikeluarkan untuk meminimalkan korban dan kerugian.

Warga yang tinggal di daerah rawan banjir, terutama di bantaran sungai seperti Kali Ciliwung, diimbau meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kesiapan keluarga, termasuk rencana evakuasi serta sumber informasi resmi yang dapat diakses saat terjadi lonjakan air.


Kesimpulan

Banjir di Rawajati, Jakarta Selatan yang mencapai ketinggian 1,5 meter menggambarkan betapa seriusnya dampak hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek kali ini. Evakuasi yang cepat oleh petugas gabungan menjadi hal penting untuk menyelamatkan warga terdampak. Warga dan aparat terus bekerja sama untuk menghadapi kondisi darurat ini serta meminimalkan risiko lebih lanjut.

Rabu, 28 Januari 2026

Tembok Pembatas Setinggi 30 Meter di Cakung, Jakarta Timur, Ambruk

 




Articles By :HOKIPALACE

Jakarta Timur — Sebuah tembok pembatas dengan ketinggian sekitar 30 meter dilaporkan ambruk di wilayah Cakung, Jakarta Timur, menimbulkan kepanikan warga sekitar dan mengganggu aktivitas di lokasi kejadian. Insiden ini terjadi secara tiba-tiba dan langsung menarik perhatian aparat setempat karena potensi risiko keselamatan.

BACA JUGA:

Ada Bibit Siklon Tropis Baru, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Bengkulu–Jabar

Lokasi dan Kondisi Saat Kejadian

Berdasarkan keterangan awal dari warga dan petugas di lapangan, tembok pembatas tersebut berada di area yang berbatasan langsung dengan permukiman warga dan akses jalan lingkungan. Saat kejadian, terdengar suara runtuhan keras yang membuat warga berhamburan keluar rumah untuk memastikan kondisi sekitar.

Material tembok yang ambruk berupa beton dan tanah urug, sebagian roboh ke area bawah dan menutup sebagian akses. Puing-puing runtuhan tampak berserakan di sekitar lokasi, memicu kekhawatiran akan potensi longsor susulan.

Diduga Dipicu Faktor Struktur dan Cuaca

Sejumlah saksi menyebutkan bahwa sebelum kejadian, wilayah Cakung dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Kondisi tanah yang jenuh air diduga memperlemah struktur penahan, terutama jika sistem drainase di sekitar tembok tidak berfungsi optimal.

Selain faktor cuaca, usia bangunan dan kualitas konstruksi juga menjadi sorotan. Tembok pembatas dengan ketinggian ekstrem membutuhkan perhitungan struktur yang sangat matang, termasuk penahan tekanan tanah, sistem pengaliran air, serta pondasi yang kuat.

Petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah ambruknya tembok murni akibat faktor alam atau ada unsur kelalaian teknis dalam perencanaan dan pembangunan.

Tidak Ada Laporan Korban Jiwa

Hingga laporan ini disusun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, beberapa fasilitas di sekitar lokasi dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang, termasuk pagar rumah warga dan akses jalan yang tertutup material runtuhan.

Sebagai langkah pengamanan, aparat kepolisian dan petugas terkait telah:

  • Memasang garis pengaman di sekitar area runtuhan

  • Mengalihkan sementara akses warga

  • Melarang masyarakat mendekat ke lokasi demi menghindari risiko lanjutan

Respons Pemerintah dan Langkah Darurat

Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui dinas terkait segera menurunkan tim untuk:

  • Melakukan pengecekan struktur sisa tembok

  • Mengidentifikasi potensi longsor lanjutan

  • Menyusun rencana pembersihan material dan perbaikan darurat

Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Bina Marga juga dilibatkan untuk menilai kondisi tanah serta sistem drainase di sekitar lokasi, mengingat ketinggian tembok yang tidak lazim untuk area perkotaan padat.

Kekhawatiran Warga

Warga sekitar mengaku khawatir kejadian serupa bisa terulang, terutama jika hujan deras kembali terjadi. Mereka berharap pemerintah segera melakukan:

  • Evaluasi menyeluruh terhadap struktur penahan tanah di wilayah tersebut

  • Audit bangunan serupa di kawasan Cakung dan Jakarta Timur

  • Perbaikan permanen, bukan hanya penanganan sementara

Beberapa warga juga meminta transparansi terkait fungsi tembok pembatas tersebut, apakah sebagai penahan tanah, pembatas proyek, atau bagian dari infrastruktur tertentu.

Pentingnya Evaluasi Infrastruktur Perkotaan

Peristiwa ambruknya tembok pembatas 30 meter ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap infrastruktur perkotaan, terutama bangunan penahan tanah dengan risiko tinggi. Di wilayah seperti Jakarta yang rawan hujan deras dan genangan, kesalahan kecil dalam desain atau perawatan bisa berujung pada kejadian serius.

Para ahli menilai bahwa bangunan penahan tanah harus:

  • Memiliki drainase vertikal dan horizontal yang baik

  • Menggunakan material sesuai standar

  • Rutin dilakukan inspeksi berkala, terutama saat musim hujan

Kesimpulan

Ambruknya tembok pembatas setinggi 30 meter di Cakung, Jakarta Timur, menjadi peringatan serius bagi pengelolaan infrastruktur di kawasan padat penduduk. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini berpotensi membahayakan jika tidak segera ditangani secara menyeluruh dan permanen.

Pemerintah daerah diharapkan segera menuntaskan investigasi penyebab ambruknya tembok, melakukan perbaikan menyeluruh, serta memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama.

Selasa, 27 Januari 2026

Ada Bibit Siklon Tropis Baru, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Bengkulu–Jabar

 


Articles By :HOKIPALACE

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengumumkan telah terpantau bibit siklon tropis baru di Samudra Hindia, yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan, terutama dari Bengkulu hingga Jawa Barat.

πŸ“ Lokasi dan Karakteristik Bibit Siklon

BMKG mencatat bahwa bibit siklon tropis ini terbentuk di perairan Samudra Hindia selatan Indonesia. Walau berada di luar wilayah daratan Indonesia dan peluangnya berkembang menjadi siklon tropis “penuh” masih kategori rendah, sistem ini sudah cukup memicu perubahan pola atmosfer.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyatakan bahwa dua bibit siklon (termasuk yang baru ini) terpantau aktif, meskipun belum tumbuh menjadi badai tropis yang membawa angin topan. Meski demikian, sistem ini tetap berpengaruh terhadap curah hujan ekstrem dan dinamika cuaca di Indonesia bagian barat dan selatan.

BACA JUGA:

Pramono: Pencurian Kabel Lampu Jalan Sudah Dilaporkan ke Polisi

🌧️ Potensi Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem

Dampak yang diprediksi mencakup:

  • Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang akan terjadi terutama di Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah akibat pengaruh bibit siklon dan pola konvergensi angin yang terbentuk di wilayah tersebut.

  • Angin kencang berpeluang terjadi di wilayah pesisir terutama di selatan Bengkulu dan sebagian daerah Jawa.

  • Gelombang laut tinggi di perairan selatan Indonesia, dengan gelombang 1,25–2,5 meter kategori sedang hingga 2,5–4,0 meter kategori tinggi, berpotensi di Samudra Hindia selatan Lampung hingga selatan Jawa.

Peringatan BMKG ini bukan kali pertama dalam beberapa pekan terakhir. Badan ini juga sebelumnya menyampaikan bahwa dinamika atmosfer aktif sejak awal tahun turut meningkatkan potensi hujan lebat di banyak wilayah Indonesia—bagian dari pola muson Asia dan faktor atmosfer global lainnya.

πŸ›Ÿ Imbauan Kesiapsiagaan

BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk:

  • Memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi seperti situs BMKG atau aplikasi InfoBMKG.

  • Waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, khususnya di daerah rawan yang sering terdampak hujan lebat.

  • Nelayan, pelayaran, dan kegiatan di laut meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi dan kondisi laut yang tidak stabil.

BMKG juga menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada dan menggunakan informasi cuaca terbaru sebagai dasar perencanaan harian atau kegiatan luar ruang.


Apa Artinya Ini bagi Cuaca di Indonesia Saat Ini?

Kemunculan bibit siklon tropis baru seperti yang dipantau BMKG menandakan dinamika atmosfer yang sangat aktif pada periode musim hujan ini. Meski sistemnya belum menjadi badai tropis yang kuat, dampak tidak langsungnya—yakni meningkatkan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi—tetap signifikan bagi kegiatan masyarakat dan keselamatan publik di wilayah pesisir hingga pedalaman barat Indonesia.

BMKG menekankan perlunya penguatan mitigasi bencana hidrometeorologi, terutama di provinsi yang sering mengalami banjir dan tanah longsor selama musim hujan. 

Senin, 26 Januari 2026

Pramono: Pencurian Kabel Lampu Jalan Sudah Dilaporkan ke Polisi

 



Articles By :HOKIPALACE

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kasus pencurian kabel lampu penerangan jalan umum (PJU) yang menyebabkan sejumlah ruas jalan gelap telah resmi dilaporkan ke pihak kepolisian. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pramono, pejabat Pemprov DKI, menanggapi maraknya keluhan masyarakat terkait padamnya lampu jalan di beberapa titik ibu kota.

Menurut Pramono, pencurian kabel PJU bukan hanya merugikan pemerintah daerah secara finansial, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan serta berpotensi meningkatkan angka kriminalitas akibat minimnya penerangan di malam hari.

BACA JUGA:

Jalan Utama Babelan Dikepung Banjir, Mobilitas Warga Terganggu

Gangguan Penerangan di Sejumlah Ruas Jalan

Pramono menjelaskan bahwa laporan mengenai lampu jalan mati banyak diterima dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan oleh petugas, ditemukan bahwa sejumlah kabel listrik PJU hilang akibat dicuri.

“Setelah kami cek, memang ada indikasi kuat pencurian kabel. Ini bukan gangguan teknis biasa, tapi tindakan kriminal,” ujar Pramono dalam keterangannya.

Beberapa titik yang terdampak diketahui berada di kawasan dengan lalu lintas cukup padat, sehingga kondisi gelap dinilai sangat berisiko, terutama bagi pengendara roda dua dan pejalan kaki.

Sudah Dilaporkan ke Kepolisian

Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak tinggal diam dan telah melaporkan kasus tersebut ke kepolisian agar pelaku dapat segera ditindak. Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas jaringan pencurian kabel yang diduga sudah berulang kali beraksi.

“Kasus ini sudah kami laporkan ke polisi. Kami berharap ada penindakan tegas karena ini menyangkut kepentingan dan keselamatan publik,” tegasnya.

Selain itu, Pemprov DKI juga siap memberikan data pendukung, termasuk lokasi kejadian dan estimasi kerugian akibat pencurian kabel tersebut.

Kerugian dan Dampak bagi Masyarakat

Pencurian kabel PJU menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit, mengingat harga kabel listrik dan biaya perbaikan infrastruktur cukup tinggi. Namun dampak terbesarnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Akibat lampu jalan yang padam:

  • Visibilitas pengendara menurun

  • Risiko kecelakaan lalu lintas meningkat

  • Rasa aman warga berkurang, terutama pada malam hari

  • Potensi tindak kriminal seperti begal dan pencurian meningkat

Pramono menekankan bahwa lampu jalan merupakan fasilitas publik yang sangat vital dan seharusnya dijaga bersama.

Langkah Pencegahan dan Perbaikan

Sambil menunggu proses hukum berjalan, Pemprov DKI melalui dinas terkait telah melakukan perbaikan sementara dan penggantian kabel di sejumlah titik yang terdampak agar penerangan jalan kembali normal.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mengkaji langkah pencegahan tambahan, seperti:

  • Pengawasan rutin di titik rawan

  • Penguatan penutup dan pelindung kabel

  • Koordinasi dengan aparat keamanan wilayah

  • Edukasi masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan

Imbauan kepada Masyarakat

Pramono turut mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga fasilitas umum. Warga diminta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar tiang lampu atau jaringan kabel PJU.

“Fasilitas ini milik bersama. Kalau ada yang melihat tindakan mencurigakan, segera laporkan agar bisa dicegah lebih dini,” ujarnya.

Penutup

Kasus pencurian kabel lampu jalan yang dilaporkan Pemprov DKI ke kepolisian menjadi peringatan serius bahwa kejahatan terhadap fasilitas publik memiliki dampak luas bagi masyarakat. Pemerintah daerah berharap dengan adanya penegakan hukum yang tegas dan kerja sama warga, kasus serupa tidak kembali terulang.

Pemprov DKI memastikan akan terus memantau kondisi penerangan jalan demi menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan warga Jakarta.

Minggu, 25 Januari 2026

Jalan Utama Babelan Dikepung Banjir, Mobilitas Warga Terganggu

 





Articles By :HOKIPALACE

Bekasi, Jawa Barat – Banjir kembali mengepung jalan utama di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi, menyebabkan mobilitas warga terganggu secara signifikan. Genangan air dengan ketinggian bervariasi menutup akses jalan yang menjadi jalur vital aktivitas masyarakat, mulai dari pekerja, pelajar, hingga distribusi barang.

Banjir terjadi setelah wilayah Babelan diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak malam hingga dini hari. Luapan air dari saluran drainase dan sungai di sekitar permukiman diduga menjadi penyebab utama terendamnya jalan.

BACA JUGA:

Agen Imigrasi AS Kembali Tembak Mati Warga di Minneapolis, Picu Protes Besar

Ketinggian Air Capai Setengah Meter

Pantauan di lapangan menunjukkan ketinggian air di sejumlah titik mencapai 30 hingga 50 sentimeter. Kondisi terparah terlihat di ruas jalan yang menghubungkan Babelan dengan wilayah sekitarnya, sehingga kendaraan roda dua sulit melintas dan sebagian pengendara terpaksa memutar arah.

Beberapa mobil nekat menerobos genangan, namun tak sedikit yang mogok di tengah jalan akibat air masuk ke mesin. Akibatnya, arus lalu lintas sempat tersendat dan terjadi antrean panjang kendaraan.

Aktivitas Warga Lumpuh

Banjir ini berdampak langsung pada aktivitas warga. Banyak pekerja terlambat berangkat ke kantor, sementara pelajar kesulitan menuju sekolah. Sebagian warga memilih berjalan kaki sambil menggulung celana atau menggunakan sandal untuk menembus genangan air.

“Setiap hujan deras pasti begini. Jalan utama banjir, mau ke pasar atau kerja jadi susah,” ujar salah seorang warga Babelan.

Drainase Buruk dan Sungai Meluap

Warga menilai banjir yang merendam jalan utama Babelan bukan kali pertama terjadi. Mereka menyebut sistem drainase yang buruk, ditambah sedimentasi sungai dan minimnya normalisasi, menjadi penyebab banjir rutin setiap musim hujan.

Selain itu, banyaknya sampah yang menyumbat saluran air turut memperparah kondisi. Air hujan yang seharusnya mengalir justru meluap ke jalan dan permukiman sekitar.

Respons Aparat dan Pemerintah Setempat

Petugas dari pemerintah kecamatan dan desa setempat dilaporkan turun ke lokasi untuk memantau kondisi banjir dan mengatur arus lalu lintas. Aparat juga mengimbau pengendara agar berhati-hati dan mencari jalur alternatif hingga genangan surut.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah darurat seperti penyedotan air atau penutupan total jalan. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan jangka panjang agar banjir tidak terus berulang.

Ancaman Banjir Susulan

Badan meteorologi sebelumnya telah mengingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Warga Babelan pun diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun dalam waktu lama.

Beberapa warga mulai meninggikan barang-barang di rumah dan menyiapkan jalur evakuasi sederhana jika air kembali naik.

Harapan Warga

Masyarakat Babelan mendesak adanya:

  • Normalisasi sungai dan saluran air

  • Perbaikan sistem drainase jalan utama

  • Penanganan sampah yang lebih serius

Warga berharap solusi jangka panjang segera direalisasikan agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu setiap musim hujan.

Penutup

Banjir yang mengepung jalan utama Babelan kembali menjadi bukti bahwa persoalan infrastruktur dan tata kelola lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Tanpa penanganan menyeluruh, banjir dikhawatirkan akan terus menghambat mobilitas warga dan memperburuk kualitas hidup masyarakat setempat.

Sabtu, 24 Januari 2026

Agen Imigrasi AS Kembali Tembak Mati Warga di Minneapolis, Picu Protes Besar

 


Articles By :HOKIPALACE

Minneapolis, Amerika Serikat – Insiden penembakan kembali terjadi di Amerika Serikat dan memicu gelombang protes besar. Seorang warga sipil dilaporkan tewas ditembak oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) dalam sebuah operasi penegakan hukum di Minneapolis, Minnesota, memicu kemarahan publik dan aksi demonstrasi di berbagai titik kota.

Peristiwa tersebut terjadi saat agen imigrasi menjalankan operasi penangkapan terhadap individu yang diduga memiliki pelanggaran imigrasi. Namun, operasi tersebut berujung tragedi setelah terjadi kontak fisik dan tembakan yang menewaskan seorang warga di lokasi kejadian.

BACA JUGA:

Polisi Tangkap 3 Pengedar Narkoba di Jakbar, 270 Gram Tembakau Gorilla Disita

Kronologi Insiden Penembakan

Berdasarkan keterangan sementara dari otoritas setempat, penembakan terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di Minneapolis. Saksi mata menyebutkan bahwa aparat imigrasi mendatangi seorang pria untuk dilakukan pemeriksaan identitas.

Situasi dilaporkan memanas setelah terjadi adu argumen. Dalam kondisi yang masih diselidiki, seorang agen imigrasi kemudian melepaskan tembakan yang mengenai korban hingga meninggal dunia di tempat.

Petugas medis yang tiba di lokasi menyatakan korban mengalami luka tembak fatal dan tidak tertolong.

Pernyataan Resmi Aparat

Pihak ICE dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa agen mereka bertindak sesuai prosedur dan mengklaim penembakan dilakukan karena adanya ancaman terhadap keselamatan petugas. Namun, pernyataan tersebut langsung menuai kritik dari masyarakat dan kelompok hak asasi manusia.

Kepolisian Minneapolis menyatakan telah membuka penyelidikan independen untuk mengusut insiden tersebut, termasuk menelusuri penggunaan senjata api oleh agen federal dalam operasi sipil.

Gelombang Protes Besar

Tak lama setelah insiden terjadi, ratusan hingga ribuan demonstran turun ke jalan di pusat kota Minneapolis. Massa menuntut:

  • Transparansi penuh atas penembakan

  • Penegakan hukum terhadap agen yang terlibat

  • Penghentian operasi agresif ICE di kawasan pemukiman

Para demonstran membawa poster bertuliskan seruan keadilan dan penolakan terhadap kekerasan aparat terhadap warga sipil. Aksi protes sempat memblokade jalan utama dan memaksa aparat keamanan menutup sejumlah akses lalu lintas.

Minneapolis Kembali Jadi Sorotan Nasional

Kota Minneapolis sebelumnya sudah dikenal sebagai titik panas isu kekerasan aparat penegak hukum, sehingga insiden terbaru ini kembali memicu diskusi nasional tentang:

  • Penggunaan kekuatan berlebihan

  • Peran agen federal di wilayah sipil

  • Reformasi sistem penegakan hukum dan imigrasi

Beberapa tokoh masyarakat dan aktivis menyebut insiden ini sebagai bukti bahwa reformasi kebijakan imigrasi dan pengawasan aparat masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah AS.

Reaksi Kelompok HAM dan Politisi

Sejumlah organisasi hak asasi manusia mengecam keras penembakan tersebut. Mereka menilai operasi ICE sering kali dilakukan tanpa pendekatan kemanusiaan dan minim akuntabilitas publik.

Sementara itu, beberapa politisi lokal dan anggota kongres dari Partai Demokrat mendesak:

  • Penangguhan operasi ICE di Minneapolis

  • Audit menyeluruh terhadap prosedur penegakan hukum imigrasi

  • Perlindungan lebih besar bagi warga sipil

Status Hukum dan Penyelidikan

Hingga saat ini, agen imigrasi yang terlibat penembakan belum ditahan, namun telah dinonaktifkan sementara sambil menunggu hasil investigasi. Jaksa wilayah menyatakan akan menentukan langkah hukum setelah seluruh bukti dan rekaman kamera tubuh (body cam) dianalisis.

Pemerintah kota Minneapolis juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyampaikan aspirasi secara damai.

Penutup

Insiden penembakan yang melibatkan agen imigrasi AS di Minneapolis kembali membuka luka lama terkait hubungan antara aparat dan warga sipil. Dengan korban jiwa yang kembali berjatuhan, tekanan publik terhadap pemerintah federal untuk melakukan reformasi nyata semakin menguat.

Masyarakat kini menunggu hasil penyelidikan resmi untuk memastikan keadilan ditegakkan dan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Jumat, 23 Januari 2026

Polisi Tangkap 3 Pengedar Narkoba di Jakbar, 270 Gram Tembakau Gorilla Disita

 



Articles By :HOKIPALACE

Jakarta Barat – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap tiga orang terduga pengedar narkoba dalam sebuah operasi penindakan di wilayah Jakarta Barat. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 270 gram tembakau sintetis atau tembakau gorilla yang siap diedarkan.

Penangkapan dilakukan setelah aparat menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas peredaran narkotika jenis tembakau sintetis di kawasan permukiman padat penduduk. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif dan pengintaian oleh tim kepolisian.

BACA JUGA:

Anak Influencer Diduga Korban Pelecehan di SMP Jaktim, Disdik DKI Lakukan Mediasi

Penangkapan di Lokasi Berbeda

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, ketiga tersangka diamankan di lokasi yang berbeda namun masih berada dalam wilayah Jakarta Barat. Penangkapan pertama dilakukan terhadap satu tersangka yang diduga berperan sebagai kurir, sementara dua tersangka lainnya diduga sebagai pengedar dan pemasok.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan bungkus-bungkus tembakau gorilla yang disimpan dalam plastik vakum dan kantong ziplock. Total berat barang bukti yang diamankan mencapai 270 gram, jumlah yang dinilai cukup besar dan berpotensi merusak banyak generasi muda jika berhasil diedarkan.

Modus Operandi Pengedar

Polisi mengungkapkan bahwa para pelaku menggunakan modus transaksi sistem tempel untuk menghindari pengawasan aparat. Pemesanan dilakukan melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat, kemudian barang diletakkan di lokasi tertentu sesuai kesepakatan dengan pembeli.

Tembakau gorilla sendiri merupakan narkotika sintetis berbahaya yang telah masuk dalam daftar zat terlarang karena efeknya yang dapat menyebabkan halusinasi berat, gangguan kejiwaan, hingga kematian.

Ancaman Hukuman Berat

Ketiga tersangka kini telah diamankan di Polres Metro Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, khususnya pasal yang mengatur tentang peredaran dan kepemilikan narkotika golongan I.

Jika terbukti bersalah, para pelaku terancam hukuman penjara belasan hingga puluhan tahun, serta denda miliaran rupiah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Polisi Kembangkan Jaringan

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan tidak berhenti pada tiga tersangka tersebut. Saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar, termasuk pemasok utama tembakau gorilla ke wilayah Jakarta Barat.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

“Peran serta masyarakat sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika,” ujar perwakilan kepolisian.

Komitmen Berantas Narkoba

Penangkapan ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba, khususnya jenis narkotika sintetis yang saat ini banyak menyasar kalangan remaja dan pelajar.

Polisi berharap, dengan penindakan tegas ini, dapat memberikan efek jera serta menekan angka peredaran narkoba di wilayah hukum Jakarta Barat.

Kamis, 22 Januari 2026

Anak Influencer Diduga Korban Pelecehan di SMP Jaktim, Disdik DKI Lakukan Mediasi

 



Articles By :HOKIPALACE

Jakarta, Jumat 23 Januari 2026 — Sebuah kasus dugaan pelecehan seksual dan bullying (perundungan) yang menimpa anak perempuan dari seorang influencer di SMP Negeri Jakarta Timur menjadi sorotan publik dan kini ditangani oleh Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta melalui proses mediasi dan pendampingan psikologis bagi korban.

Kasus ini bermula dari informasi yang disampaikan oleh orang tua korban, seorang peremuan berinisial C, yang merupakan anak dari influencer dengan inisial H. C diduga menjadi objek perundungan verbal dan dugaan pelecehan seksual oleh teman semasanya yang berinisial R, yang juga merupakan siswa di sekolah yang sama.

BACA JUGA:

Cosmin Buronan Interpol Dideportasi dari Bali: Akhir Pelarian Buronan Paling Dicari di Eropa


Awal Mula Dugaan Pelecehan dan Bullying Terungkap

Kasus ini baru terungkap setelah C menceritakan pengalamannya kepada orangtuanya. Menurut H, kejadian bermula ketika R diduga mengajak C merayakan Tahun Baru bersama pada akhir Desember 2025. Namun, ajakan itu kemudian berkembang menjadi sebuah rumor bahwa R berniat “membius” C dalam konteks yang tidak pantas — sebuah pengakuan yang kemudian membuat C sangat terguncang secara emosional dan psikologis.

“Anak saya ketika dengar gosip itu langsung tanya, ‘kamu kemarin ngajakin ke aku tahun baruan tuh mau ngebius?’ Terus dia (R) bilang, ‘iya, tapi aku cuma bercanda kok,’” ujar H, mengutip jawaban R kepada putrinya.

Selain itu, H juga menyebut bahwa R dan sekelompok teman lainnya pernah membahas hal-hal tidak pantas terkait kakak C di dalam grup percakapan berisi puluhan siswa laki-laki, yang menurutnya menunjukkan perilaku verbal yang tidak layak di lingkungan sekolah.


Perundungan Berkepanjangan dan Dampaknya pada Korban

H mengungkap bahwa dugaan perundungan verbal terhadap C tidak terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, perilaku itu sudah mulai muncul sejak Februari 2025 dan semakin intens sejak November 2025. Selama periode itu, C menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan, seperti sering menangis, murung, dan merasa cemas ketika berada di sekolah atau berbicara tentang kejadian tersebut.

Karena tekanan psikologis yang dialami anaknya, H memilih menahan C untuk sementara waktu tidak kembali bersekolah hingga kondisi emosionalnya lebih stabil dan kasus ini ditangani lebih lanjut.


Respons Disdik DKI Jakarta: Mediasi dan Pendampingan Psikis

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah awal berupa mediasi antara pihak sekolah, orang tua, dan pihak terkait sebagai bagian dari penanganan kasus ini.

“Kami sudah memediasi… saat ini masih proses mediasi, tapi kami fokus kepada pendampingan anak-anak, terutama pendampingan psikis,” ujar Nahdiana di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Disdik menekankan pentingnya pendampingan psikologis untuk korban agar trauma yang dialami tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Fokus mediasi dan pendampingan ini juga dimaksudkan untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan dukungan emosional selama proses penanganan berjalan.


Reaksi Orang Tua Korban dan Langkah Hukum yang Direncanakan

H menyampaikan ketidakpuasan terhadap sanksi yang diberikan oleh pihak sekolah kepada siswa terduga pelaku, yang menurutnya terlalu ringan — hanya berupa skorsing selama dua hari. Ia mengungkapkan bahwa sanksi tersebut tidak mencerminkan keseriusan masalah yang dihadapi dan kurang memberikan efek jera.

Karena hal tersebut, H menyatakan keluarganya berencana melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian agar proses hukum dapat berjalan secara formal dan kasus ini mendapatkan perhatian sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ia menambahkan rencana untuk melaporkan kemungkinan dilakukan pada Jumat (23/1/2026) setelah pertemuan dengan pihak keluarga terduga pelaku.

“Apa harus mati dulu? Saya bilang gitu juga ke kepala sekolah,” ujar H, mengekspresikan kekhawatirannya terkait reaksi terhadap perilaku perundungan dan pelecehan ini, serta dampaknya terhadap kesehatan mental korban.


Isu Besar di Sekolah: Pelecehan, Bullying, dan Keamanan Anak

Kasus ini memicu diskusi lebih luas tentang perlindungan anak di lingkungan pendidikan, termasuk sejauh mana sekolah menerapkan protokol terhadap bullying dan tindakan yang berpotensi membahayakan siswa. Isu perundungan dan kekerasan di sekolah telah menjadi perhatian serius di berbagai daerah, termasuk kasus lainnya yang pernah diangkat media dan lembaga perlindungan anak.

Konten edukatif mengenai bahaya bullying dan pelecehan, serta pentingnya perlindungan terhadap anak, telah menjadi fokus kampanye oleh berbagai pihak untuk mendorong perubahan budaya sekolah yang lebih aman dan peduli terhadap kesejahteraan siswa.


Kesimpulan

Kasus dugaan pelecehan seksual dan bullying yang menimpa anak influencer di SMP Jakarta Timur kini masih dalam tahap mediasi dan pendalaman oleh pihak Disdik DKI Jakarta. Disdik melakukan upaya melalui mediasi dan dukungan psikologis, sementara orang tua korban mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut. Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan anak di lingkungan sekolah dan respons yang tepat dari semua pihak terhadap laporan kekerasan atau perilaku tidak pantas. 

Rabu, 21 Januari 2026

Cosmin Buronan Interpol Dideportasi dari Bali: Akhir Pelarian Buronan Paling Dicari di Eropa


Articles By :HOKIPALACE

 Denpasar, Bali — Kantor Imigrasi Ngurah Rai resmi mendeportasi seorang buronan Interpol asal Rumania, Zuleam Costinel Cosmin (33), dari Bali kembali ke negaranya setelah ia diketahui bersembunyi selama sekitar dua tahun di Indonesia dan menikahi warga negara Indonesia (WNI) secara siri.

✈️ Deportasi dan Proses Pemulangan

  • Cosmin resmi dideportasi dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, pada 21 Januari 2026.

  • Ia diberangkatkan mengenakan baju biasa tetapi kedua tangan dalam kondisi diborgol, didampingi petugas Imigrasi sampai naik pesawat.

  • Rute penerbangannya melalui transit di Doha, kemudian tiba di BucureΘ™ti (Bucharest), Rumania untuk diserahkan kepada pihak berwenang setempat.

Imigrasi Ngurah Rai menyatakan deportasi ini dilakukan sebagai bagian dari kerja sama internasional untuk menegakkan hukum dan menjaga keamanan nasional.

BACA JUGA:

Trump Ancam Iran Akan Dimusnahkan dari Muka Bumi Jika Dirinya Dibunuh


πŸ•΅️‍♂️ Siapa Zuleam Costinel Cosmin?

Cosmin adalah seorang WNA Rumania yang masuk dalam daftar merah Interpol (red notice) sebagai buronan paling dicari di Eropa. Ia menjadi target pencarian internasional atas keterlibatannya dalam kasus kejahatan sangat serius, termasuk:

  • Pembunuhan dan perampokan sadis terhadap seorang pengusaha di Kota Sibiu, Rumania pada 6 November 2023.

  • Dalam peristiwa itu, korban disiksa dengan kekerasan, termasuk ancaman terhadap anak korban dengan senjata api, dalam upaya untuk menguasai akses ke akun kripto dan aset digital milik korban.

  • Dua rekan Cosmin telah tertangkap di Irlandia dan Skotlandia dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, sedangkan Cosmin menjadi buronan internasional sejak 19 November 2023.


πŸ“ Pelarian dan Penangkapan di Bali

πŸ—“ Masuk dan Persembunyian

  • Berdasarkan data imigrasi, Cosmin memasuki Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada 14 November 2023 dari Chengdu, China.

  • Ia kemudian diketahui berpindah dan bersembunyi di wilayah Bali dan Jakarta sejak akhir 2025.

πŸ“ Penangkapan

  • Penangkapan terjadi tanggal 15 Januari 2026 di wilayah Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, oleh aparat gabungan dari:

    • Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri

    • Set NCB Interpol Indonesia

    • Polda Bali

    • Polresta Denpasar

    • Polres Gianyar

  • Petugas Interpol bersama kepolisian lokal menangkap Cosmin setelah mendapat informasi dari pihak berwenang Interpol Bucharest tentang keberadaannya.


πŸ’ Kehidupan di Bali: Nikah Siri dan Hidup Tertutup

Informasi penyelidikan mengungkapkan bahwa selama bersembunyi di Bali:

  • Cosmin menikah secara siri dengan seorang WNI.

  • Istri sirinya tidak mengetahui bahwa suaminya adalah buronan internasional yang dicari atas kasus berat di Eropa.

  • Cosmin memilih hidup tertutup dan rendah profil, tidak banyak beraktivitas di luar untuk menghindari perhatian dan deteksi petugas.

  • Selama periode itu, ia hidup dari penghasilan sang istri, dan tidak bekerja secara legal.


πŸ”Ž Koordinasi Internasional Penegakan Hukum

Kasus ini menunjukkan kerja sama lintas negara dalam penegakan hukum internasional melalui Interpol dan instansi keamanan Indonesia. Informasi dari NCB Bucharest menjadi kunci dalam menemukan dan menangkap Cosmin setelah lama menjadi buron.


πŸ“Œ Kesimpulan

Penangkapan dan deportasi Cosmin menandai akhir dari pelarian seorang buronan internasional yang dicari atas kasus pembunuhan, perampokan, dan kejahatan transnasional lain. Kerja sama antarnegara melalui Interpol dan aparat Indonesia membuktikan efektivitas tindakan koordinatif dalam menangani kejahatan lintas batas negara.