Minggu, 25 Januari 2026

Jalan Utama Babelan Dikepung Banjir, Mobilitas Warga Terganggu

 





Articles By :HOKIPALACE

Bekasi, Jawa Barat – Banjir kembali mengepung jalan utama di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi, menyebabkan mobilitas warga terganggu secara signifikan. Genangan air dengan ketinggian bervariasi menutup akses jalan yang menjadi jalur vital aktivitas masyarakat, mulai dari pekerja, pelajar, hingga distribusi barang.

Banjir terjadi setelah wilayah Babelan diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak malam hingga dini hari. Luapan air dari saluran drainase dan sungai di sekitar permukiman diduga menjadi penyebab utama terendamnya jalan.

BACA JUGA:

Agen Imigrasi AS Kembali Tembak Mati Warga di Minneapolis, Picu Protes Besar

Ketinggian Air Capai Setengah Meter

Pantauan di lapangan menunjukkan ketinggian air di sejumlah titik mencapai 30 hingga 50 sentimeter. Kondisi terparah terlihat di ruas jalan yang menghubungkan Babelan dengan wilayah sekitarnya, sehingga kendaraan roda dua sulit melintas dan sebagian pengendara terpaksa memutar arah.

Beberapa mobil nekat menerobos genangan, namun tak sedikit yang mogok di tengah jalan akibat air masuk ke mesin. Akibatnya, arus lalu lintas sempat tersendat dan terjadi antrean panjang kendaraan.

Aktivitas Warga Lumpuh

Banjir ini berdampak langsung pada aktivitas warga. Banyak pekerja terlambat berangkat ke kantor, sementara pelajar kesulitan menuju sekolah. Sebagian warga memilih berjalan kaki sambil menggulung celana atau menggunakan sandal untuk menembus genangan air.

“Setiap hujan deras pasti begini. Jalan utama banjir, mau ke pasar atau kerja jadi susah,” ujar salah seorang warga Babelan.

Drainase Buruk dan Sungai Meluap

Warga menilai banjir yang merendam jalan utama Babelan bukan kali pertama terjadi. Mereka menyebut sistem drainase yang buruk, ditambah sedimentasi sungai dan minimnya normalisasi, menjadi penyebab banjir rutin setiap musim hujan.

Selain itu, banyaknya sampah yang menyumbat saluran air turut memperparah kondisi. Air hujan yang seharusnya mengalir justru meluap ke jalan dan permukiman sekitar.

Respons Aparat dan Pemerintah Setempat

Petugas dari pemerintah kecamatan dan desa setempat dilaporkan turun ke lokasi untuk memantau kondisi banjir dan mengatur arus lalu lintas. Aparat juga mengimbau pengendara agar berhati-hati dan mencari jalur alternatif hingga genangan surut.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah darurat seperti penyedotan air atau penutupan total jalan. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan jangka panjang agar banjir tidak terus berulang.

Ancaman Banjir Susulan

Badan meteorologi sebelumnya telah mengingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Warga Babelan pun diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun dalam waktu lama.

Beberapa warga mulai meninggikan barang-barang di rumah dan menyiapkan jalur evakuasi sederhana jika air kembali naik.

Harapan Warga

Masyarakat Babelan mendesak adanya:

  • Normalisasi sungai dan saluran air

  • Perbaikan sistem drainase jalan utama

  • Penanganan sampah yang lebih serius

Warga berharap solusi jangka panjang segera direalisasikan agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu setiap musim hujan.

Penutup

Banjir yang mengepung jalan utama Babelan kembali menjadi bukti bahwa persoalan infrastruktur dan tata kelola lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Tanpa penanganan menyeluruh, banjir dikhawatirkan akan terus menghambat mobilitas warga dan memperburuk kualitas hidup masyarakat setempat.

0 komentar:

Posting Komentar